Yayasan Sentono Dalem Kasepuhan Perdikan Majan , Berupaya Terus Gencarkan Swadaya Masyarakatan Di Bidang Kebudayaan dan Pendidikan, Guna Mencapai Cita-Cita Yayasan Sebagai Organisasi Tunggal Pewaris Trah Kyai Ageng Raden Khasan Mimbar Dan Terus Meningkatkan Kinerjanya di berbagai bidang, Majlis Ts'lim, Pendidiksn Kebudayaan, Sosial, Dan Keagamaan

Panitia Pembangunan Pondok Al Mimbar Majan

Panitia Pembangunan Pondok Al Mimbar Majan

Jumat, 17 Januari 2020

Sekjen Baranusa, Raden Ali Tanggapi Kemunculan Raja Dadakan Yang Viral

BARANUSA - Jum'at 17 Januari 2020 . Kemunculan 'Raja dan Ratu' Keraton Agung Sejagat, Toto Santoso dan Fanni Aminadia mebuat  Organisasi Raja Sultan Datu Pengingsir Dan Pemangku Adat Di Indonesia geram. ketua umum Yayasan sentono dalem  Kasepuhan perdikan majan  Raden Ali Sodik  Yang Juga Sebagai Eksekutif Presidium Majelis Cendekiawan Kraton Nusantara Provinsi Jawa Timur dan Sekjen Barisan Adat Raja Sultan Nusantara ( BARANUSA ) Heran terhadap Banyaknya orang mengaku Raja.

Raden Ali  mengatakan munculnya 'Raja-Ratu' Keraton Agung Sejagat sudah biasa terjadi di Indonesia, ini harus segera di selesaikan,  kalau mau data silahkan nanti saya beberkan semua.
Dalam waktu dekat kami akan minta kementerian dalam negeri RI untuk Benar Benar benar menuntaskan masalah ini,
Keberadaan Keraton Agung Sejagat yang mengaku sebagai Maharaja ini harus dipahami masyarakat, hari ini masyarakat sangat mudah membuat Badan Hukum Perkumpulan atas Nama Keraton bahkan atas nama perkumpulan Raja Sultan yang dimana sebernarnya tidak ada dirinya melekat sebagai raja atau sultan.

 Saya Yakin Toto Santoso Dan Fanni Aminadia 'Raja Dan Ratu' Keraton Agung Sejagat Dijerat Pidana Bukan Karena Mengaku Sebagai Raja Tetapi Karena Dugaan  Penipuan Terhadap Pengikutnya Dan Tidak Ikut NKRI Karenna Tidak Mengaukui Administrasi Seperti Ktp Dll

Kalau Masalahnya Karena Mengaku Raja Aparat Penegak Hukum Dapat Melakukan Proses Pidana Maka Kami Akan Sampaikan Data Orang2 Yang Mengaku Raja Dan Memanfaatkan Organisasi Raja Sultan Diindonesia . Saya Ditunjuk Oleh Dewan Agung Majelis Agung Raja Sultan Indonesia Sebagai Salah Satu Tim Dari 5 Orang Raja Sultan Datu Penglingsir Dan Pemangku Adat Sebagai Tim Kuasa Hukum Untuk Menyelesaikan Masalah Majelis Agung Raja Sultan Nusantara ( MARSI) Bentukan MENDAGRI.


Contoh Diindonesia Hanya Ada beberapa  Organisasi Yayasan Raja Sultan Nusantara ( Yarasutra ) Yang Diketuai Oleh YM Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin /Sultan Palembang Yang Dimana YARASUTRA Mempunyai 2 Sayap Dinamakan Majelis Cendekiawan Kraton Nusantara (MCKN ) Dan Barisan Adat Raja Sultan Nusantara( BARANUSA).

Adalagi Organiasasi Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) Itupun Ada 2 Yang Satu Diketuai Oleh  Sultan Sepuh Xiv Ym  (Pra) Arief Natadiningrat , Dan Yang Satu Diketua Oleh YM Sultan H. Khairul Saleh Al- Mu’tashim Billah/ Sultan Banjar dan Ini pemerintah belum hadir untk menyatukan terlihat diabaikan padahal organisasi ini perlu peran pemerintah untuk mempersatukan  .

Kami Sampaikan Kepada MENDAGRI Kedepanya bahwa ada 5 jenis jabatan yang melekat pada seseorang terkait dengan organisasi Raja dan Sultan. Apakah raja, apakah sultan apakah datu, apakah penglingsir dan apakah pemangku adat, dan disini harus disertai beberapa syarat keberadaanya, sejarahnya, situsnya, silsilahnya dan lainya

Yang penting lagi nama kraton adalah sebutan wilayah budaya dan kekuasaan adat istidat bukan seperti yang disampikan oleh  Toto Santoso Dan Fanni Aminadia mengaku 'Raja Dan Ratu' Keraton Agung Sejagat yang menaungi sejagat, ini sudah diluar kewajaran, dimana mana kraton tidak punya wilayah tetorial kecuali kraton jogyakarta.

Disini Kemunculan 'Raja Dan Ratu' Keraton Agung Sejagat Salah Satu Kelemahan Pemerintah Memperhatikan Peran Raja, Sultan Datu Penglingsir Dan Pemangku Adat Di Indonesia. Dan pemerintah memberikan peluang masyarakat Mudahnya Membuat Badan Hukum Perkumpulan Mengatasnamakan Raja Sultan Nusantara.
Nanti kami yang akan memberikan semua data dan nama nama kepada pak KAPOLRI dan MENDAGRI agar segera ditindaklanjuti, pak Presiden dan ketua DPR RI harus hadir dalam permasalahan ini jangan dilempar kesana kesini.

Tahun lalu Kami sudah mengajukan 40 butir yang harus pak presiden dan ketua DPR RI perhatikan antara lain   yakni
pertama Rancangan Undang-Undang Kebudayaan agar para Raja, Sultan, Kedatuan, Penglisir dan Pemangku adat masuk dalam klausul khusus di dalam peraturan pemerintah. Dalam hal ini bahwa amandemen negara Republik Indonesia Undang-Undang Dasar 1945 Amandemen kedua Pasal 18.B Bahwa negara mengakui hak masyarakat suatu daerah. Dalam hal ini memohon petunjuk pelaksanaan maupun petunjuk teknis dari amandemen kedua UUD 1945 tersebut serta dapat difungsikan (tidak mandul) Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 39 tahun 2007,

kedua Agar didukung kembali peranan para Raja, Sultan, Kedatuan, Penglisir dan Pemangku Adat untuk dikembalikan jatidirinya sebagai pusat keagamaan, adat dan budaya serta memohon kepada pemerintah untuk dapat mencabut Undang-Undang No.5 tahun 1979,

ketiga Meminta kepada Pemerintah Republik Indonesia untuk dapat membangun, memperbaiki, merevitalisasi kembali keraton serta melakukan pemeliharaan perawatan cagar budaya yang berada di kerajaan, kesultanan di seluruh wilayah NKRI.
Keempat Meminta kepada pemerintah RI agar dapat mengembalikan tanah adat ulayat yag diambil oleh pemerintah untuk dapat dikembalikan kepada Kerajaan, Kesultanan, Kedatuan, Penglisir dan Pemangku Adat di seluruh wilayah NKRI.
Kelima pengutan Muatan lokal dalam pendidikan tentang sejarah Kerajaan, Kesultanan, Kedatuan, Penglisir dan Pemangku Adat di seluruh wilayah NKRI
Dan seterusnya sampai point 40. Semuanya tergantung kepedulian pemerintah terutama ketua dpr ri dan presiden ri.

Sabtu, 06 Juli 2019

YARASUTRA Melaksanakan Konsolidasi Se-Asia

Raden Ali (Kiri) & PNA Mas'ud Thoyyib (Kanan)
YASENDAM - Palembang, 30 Juni 2019 . Raja, Sultan, Datu, Pelingsir, pemangku adat yang tergabung di yayasan raja sultan nusantara  ( YARASUTRA ) deklarasi pembentukan mckn dan baranusa se asia.

Dimana pada hari Minggu tanggal 30 Juni 2019 di Hall lantai 5 Hotel The Zuri Palembang dilakukan  agenda silaturahim guna penguatan yarasutra dan sayap sayapnya yaitu mckn dan baranusa, acara dimulai pada p[ukul 08.00 selesai pada pukul 14.00, sri sultan iskandar mahmud badaruddin selaku ketua yayasan raja sultan nusantara membuka acara dengan menyampaikan bahwa yarasutra adalah lemmbaga non blok tidak berpolitik dan tidak mau ditungggnagi kepentingan politik, data yang masuk sebanyak 214 Raja Sultan datu penglingsir dan pemangku adat di Nusantara dan kedepan akan dilaksanakan penguatan Internal YARASUTRA , Sri Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin / Sultan Palembang menyampaikan tidak bisa mendampingi silaturahim sampai selesai karena harus mengantar YM Paduka Sri Pangeran Perdana Wazir Sahibul Himmah Wal Waqar Pangeran Muda Muhammed Bolkiah kew bandara dan menemui tamu dikediaman. Kata Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin .

Dokumentasi Kegiatan Konsolidasi

Pada Kesepakatan dalam silaturahmi YARASUTRA tersebut menetapkan 5 poin hasil kesepakatan Diantaranya :

1. Keputusan TRILOGI Program Kerja Yarasutra 2019-2024 Yaitu :
a) Silahturahmi Raja Sultan Datu Penglinsir dan Pemangku Adat Se-Asia akan dilaksanakan oleh YARASUTRA dengan menghasilkan dan mengawal sejumlah rekomendasi
b) Kebangkitan (Budaya dan ekonomi Pembangunan) akan dilakukan oleh YARASUTRA dengan  membentuk satu bidang lagi departemen kerjasama luar negeri yang akan melakukan kegiatan kerjasama dalam bidang adat, budaya, perekonomian, pembangunan di seluruh asia
c) Pendidikan dan sosial sebagai wadah memperkuat yarasutra dalam 5 tahun kedepan melalui pendirian sekolah dasar, SLTP, SLTA Sampai Perguruan Tinggi Dibidang Budaya dan Seni ( Dengan Menggunakan sumber Daya Manusia Dari Majelis Cendekiawan Kraton Nusantara )
2. Memperkuat Sayap YARASUTRA ( MCKN, Baranusa, Koperasi Mahkota Raja Nusantara)
3. Pada Bulan Agustus Akan Dilakukan Prosesi Agung Pelantikan MCKN Dan BARANUSA Mancanegara Kuala Lumpur Dan Brunei Darusalam.
4. Dalam Bulan Agustus 2019 Akan Dilaksanakan Lelang Terbuka Direktur Koperasi Mahkota Nusantara
5. Pergantian Dan Penambahan Pengurus Yarasutra  Antara Lain
a) Mengganti Ym. Sutan Muhammad Taufik Thaib (Daulat Yang Dipertuan, Tuanku Muda Mahkota Alam (Keajaan Pagaruyung))  Dengan Ym. Sultan Dr. H.Mohammad Farid Thaib Tuanku Abdul Fatah ( Dydra Minangkabau Pagaruyung ) Sebagai Pembina Yarasutra
b) Mengangkat YM. Aji Pangeran Prabu Anum Surya Adiningrat ( Sultan Kutai Kartanegara )
c) Mengangkat YM. Hri Lukman Soemadisoeria ( Sri Radya Keraton Sumedang Larang ) Sebagai Pembina YARASUTRA
d) Mengangkat YM Ida Dalem Smara Putra ( Raja Klungkung Bali) Sebagai Pembina Yarasutra
e) Mengakat Ym  Gusti Yusri Sh ( Raja Tayan ) Sebagai  Departemen Advokasi Hukum Adat Yarasutra
f) Mengakat YM Jon Mathias.Sh.Mh Segabai Anggota
g) Mengangkat YM Raden Moh Ali Sodik
( Ketua Yasendam/Kedhaton Majan ) Sebagai Wasekjen Yarasutra
h) Mengangkat YM Ni Rd Rulany Indra Gartika Wirahaditeyana ( Eksekutif Presidium Jabar) Sebagai Ketua Departemen Lingkungan Hidup YARASUTRA
i) Mengakat YM Sutan Yusuf ( Pagaruyung) Sebagai Pengurus Departemen Humas Yarasutra
j) Mengakat  YM Koko Sandoza Fritzgerald Pamorhadi Sosrosubroto Sebagai Ketua Departemen Kerjasama Luar Negeri YARASUTRA
k) Dan Lainnya .

Dokumentasi Kegiatan

YARASUTRA  Bersatu Padu Membuat Kesepakatan Dalam Acara Konsoloidasi Raja, Sultan, Datu,  Pelingsir, Pemangku Adat Se Asia  Di, Yang Diselenggarakan Di Hotel The Zuri Kota Palembang, Minggu (30/06/19).

"Deklarasi Itu Akan  Mempertemukan  Raja, Sultan, Datu,  Pelingsir, Pemangku Adat Se Asia. Diharapkan Raja, Sultan, Datu,  Pelingsir, Pemangku Adat Se Asia Mampu Mempertahankan Budaya Dan Persatuan Nusantara, Dengan Akan Dilaksnakan Agenda Deklarasi Dan Pelantikan Baranusa Dan Mckn Kualal Lumpur Bulan Agustus Depan Maka Akan Mempersatukan Raja, Sultan, Datu,  Pelingsir, Pemangku Adat Se Asia Kedepanya. Maka Diharapkan Kita Semua Mengeratkan Kembali Persatuan Dan Kesatuan Nusantara ," Kata Wakil Sekretaris Umum Yarasutra Raden Ali .

Raden Ali Saat Pimpin Sidang Konsolidasi (Kiri)
Ketua Umum Yayasan Raja Sultan Nusantara Ym Sri Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin Menyampaikan Pada Pembukaan Acara Konsolidasi Raja, Sultan, Datu,  Pelingsir, Pemangku Adat Se Asia Tersebut Dengan Semangat Dan Berpesan Kedepan Yarasutra Akan Menjadi Pemersatu Raja, Sultan, Datu,  Pelingsir, Pemangku Adat Se Asia Melaui Wadah Baranusa Dan Mckn Yang Sekarang Sudah Pesat Dalam Perkembanganya.

PUBLISHED : YASENDAM
EDITOR : YASENDAM
SUMBER : YARASUTRA

Jumat, 05 Juli 2019

Raden Ali Hadiri Pernikahan Putra Ke-2 Sultan Palembang Beserta Raja Sultan & Pemangku Adat Serta Cendekiawan Se-Asia Tenggara

Raden Ali (Sekjen Baranusa) Kiri
 
YASENDAM - Palembang ,  Sabtu 29 Juni 2019, Raja sultan datu penglingsir dan pemangku adat se Asia menghadiri  resepsi pernikahan agung putri kedua Sri Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin, Raden Ayu Siti Delima Amanda Putri di Kesultanan Palembang Darussalam, 

 Sejumlah raja sultan datu penglingsir dan pemangku adat se Asia dengan busana adat masing-masing mulai berdatangan di lokasi acara  pukul 19.00 WIB Dengan dikawal sejumlah pengawal dari laskar kesultanan Palembang dan barisan adat raja sultan nusantara Sumatra Selatan


Sejumlah raja yang hadir sekitar 100 raja sultan yang tergabung di Yayasan Raja Sultan Nusantara ( YARASUTRA),  Kerajaan Brunei Darusslam YM Paduka Sri Pangeran Perdana Wazir Sahibul Himmah Wal Waqar Pangeran Muda Muhammed Bolkiah Dan Para YM dAtu Dari Kuala Lumpur serta tokoh adat budaya se nusantara lainya.


“Saya melihat sendiri dimana para tamu undangan memadati  gedung The Sultan Convention Centre Bukit Lama Palembang,”katasalah satu panitia,  Raden Ali


Menurutnya ratusan prajurit BARANUSA sibuk menata tamu undangan yang tidak bisa masuk gedung karena sudah penuh, para pejabat pemerintah pusat sampai daerah juga banyak yang hadir. Resepsi pernikahan ini merupakan peristiwa bersejarah apalagi bukan hanya se Indonesia tetapi se Asia.

Dokumen : Istimewa
Raden Ali  berharap kedua mempelai dapat meneladani dan melanjutkan apa yang telah dilakukan oleh para sesepuh terdahulu di kesultanan Palembang Darussalam. “Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warrahmah  dan mampu mengikuti jejak beliau Sri Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin,” kata dia.


Sri Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin selain sebagai sultan Palembang Darussalam beliau juga menjadi tokoh nasional. Dia menjadi ketua umum Yayasan Raja Sultan Nusantara yang anggotanya  dua ratus raja sultan datu penglingsir dan pemangku .

Prosesi Pernikahan Anak Dari YM Sri Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin

Dijelaskan Sri Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin Menjabat Panglima Besar Barisan Adat Raja Sultan Nusantara ( BARANUSA) dimana sudah mempunyai kurang lebih 10.000 laskar Benteng Adat di Nusantara, Sri Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin juga menjadi Ketua Dewan Pembina Majelis Cendekiawan Kraton Nusantara yang sudah mempunyai  75 profesor dan 150 Doktor dan ribuan anggota  cendekiawan di 16 Provinsi yang rencananya akan dilebarkan sampai ke Asia Tengara.


“Pada tahun 2017 Sri Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin dipilih dari 30 raja sultan se indonesia menjadi Dewan Agung Majelis Agung Raja Sultan Indonesia ( MARSI) bentukan Kementerian dalam negeri.Maka tidak heran apabila negara ini mempunyai banyak tokoh yang berkualitas salah satunya Sri Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin,”jelasnya.

Dokumentasi : Istimewa
Dalam acara resepsi pernikahan putri kedua Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin tersebut selain pesta pernikahan putri kesultanan Palembang  juga dilaksanakan pembukaan silaturahmi Raja Sulta Datu Penglingsir dan Pemangku Adat se Asia dimana sambuatan tersebut disamapikan adik DYMM Sultan Bolkiah yaitu duli yang teramat mulia YM Paduka Sri Pangeran Perdana Wazir Sahibul Himmah Wal Waqar Pangeran Muda Muhammed Bolkiah.

Dokumentasi : Istimewa (Foto Bersama)
Seperti yang diketahui, Gusti Wirabumi Raden Ayu Siti Delima Amanda Putri S,Si merupakan putri kedua Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin. Sedangkan yang mempersunting,pangeran Wirabumi  Dr Ahmad Pandu Pratama,  putra pertama  H. Syariful Azwan, SE.MSI .red (ab)


PUBLISHED : YASENDAM
EDITOR : YASENDAM
SUMBER : YARASUTRA

Kamis, 20 Juni 2019

Sentono Dalem Kasepuhan Majan Minta Pemkab Tulungagung Menempatkan Pusaka Kyai Upas Di Bumi Kasepuhan Majan

(Foto : Pusaka Tombak Kiai Upas Tulungagung)

YASENDAM - Tulungagung , 20 Juni 2019 , KELUARGA SENTONO DALEM PERDIKAN MAJAN MEMINTA PEMKAB KABUPATEN TULUNGAGGUNG UNTUK MENEMPATKAN PUSAKA KYAI UPAS DI BUMI PERDIKAN MAJAN

Kyai upas adalah nama sebuah pusaka berbentuk tombak, dengan landeannya sepanjang tidak kurang dari 5 meter. Pusaka ini berasal dari Mataram yang dibawa oleh R.M. Tumenggung Pringgodiningrat putra dari pangeran Notokoesoemo di Pekalongan yang menjadi menantu Sultan Jogyakarta ke II (Hamengku Buwono II yang bertahta pada tahun 1792-1828),  ialah ketika RM.T Pringgodiningrat diangkat menjadi Bupati Ngrowo (Tulungagung sekarang);

Raden ali selaku ketua umum yasendam mengatakan, Pusaka Kyai Upas sekarang Diserahkan Kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Tulungagung Dikarenakan. Ahli Waris Pendopo Dalem Kanjengan Diduga Akan Menjual Pendopo Sehingga Tombak Kyai Upas Diserahkan Pemerintah Kabupaten Tulungagung Untuk di Uri Uri , dimana Tombak Kyai Upas Sekarang Ditempatkan di Gedung Perpustakaan Kabupaten Tulungagung Yang saya rasa kurang pas dan kurang  Sesuai Dengan Adat Istiadat Yang Ada;
 Sejak dari R.M Tumenggung Pringgodiningrat pusaka tadi dipelihara baik– baik, turun temurun kepada R.M. Djayaningrat (Bupati Ngrwo V) lalu kepada R.M Somodiningrat (Bupati ke VI) kemudian kepada R.T. Gondokoesoemo (Bupati ke VIII) dan selanjutnya diwariskan kepada adiknya ialah R.M Tumenggung Pringgokoesoemo (Bupati Ngrowo yang ke X) dimana semua adalah bagian dari keluarga sentono dalem perdikan majan/kyai ageng raden khasan mimbar.
Setelah R.M.T Pringgokoesoemo pensiun dalam tahun 1895 dan wafat pada tahun 1899, maka pemeliharaan pusaka diteruskan oleh Raden Aju Jandanya, sedang hak temurun pada puteranya yang bernama R.M Moenoto Notokoesoemo Komisaris Polisi di Surabaya. Sejak tahun 1907 pemeliharaan pusaka berada di tangan menantu dari R.M.T Pringgokoesoemo yaitu R.P.A Sosrodiningrat Bupati Tulunngagung yang ke XIII, dan sejak jaman Jepang diteruskan oleh saudaranya yang bernama R.A Hadikoesoemo. Setelah R.A Hadikoesoemo wafat tugas ini diambil alih kembali oleh R.M. Notokoesoemo;
Sehingga dalam hal ini keluarga sentono dalem perdikan majan mempunyai peran dalam menjaga dan menguri uri Pusaka Keluarga Perdikan Majan;

Kyai Ageng Raden Khasan Mimbar merupakan putra dari Kyai Ageng Derpoyudo, Kyai Ageng Derpoyudo merupakan putra dari Kyai Ageng Wiroyudo, Kyai Ageng Wiroyudo merupakan  putra dari Raden Tumenggung Sontoyudo II, Raden Tumenggung Sontoyudo II merupakan putra dari Raden Tumenggung Sontoyudo I, Raden Tumenggung Sontoyudo I merupakan putra dari Raden Mas Ayu Sigit, Raden Mas Ayu Sigit merupakan putra dari Kanjeng Ratu Mas Sekar, Kanjeng Ratu Mas Sekar merupakan putra dari sampean dalem ingkang sinuhun Kanjeng Susuhan Hadi Prabu Hanyokrowati ing Mataram raja ke-II, sampean dalem ingkang sinuhun kanjeng susuhan Hadi Prabu Hanyokrowati ing Mataram raja ke-ii merupakan putra dari  panembahan senopati alias danan sutwijoyo alias raden ngabehi loring pasar raja ke-I kerajaan mataram;
Kyai Ageng Raden khasan Mimbar Mempunyai 2 putra yakni Raden Harun dan KHR. Tafsir Anom dan KHR Tafsir Anom mempunyai Istri 3 yakni ( 1. Rr Duwet, Rr.Marsih , Rr Maryati);. KHR Tafsir Anom dengan Rr. Msrsih mempunyai keturunaan 8 anak ( yakni . R.Abu Mandur, R.Joyo Winoto, R.Abu Tafsir, R.Arisman, R,Prapto Wiartojo, R. Imam Mimbar  RR. Murtiningrum, R. Imam Puro);

Disini yang tidak banyak tidak diketahui masyarakat banyak karena Rr. Murtiningrum menikah dengan RMT Pringgokusumo yang sekarang makamnya bersebelahan di pemakaman keluarga sentono dalem perdikan majan.

Bukan hanya  RMT Pringgokusumo Bupati Ngrowo Ke X Berada di Pemakaman Keluarga sentono dalem perdikan Majan Desa Majan Kedungwaru Tulungagung tetapi juga Makam RMT Pringgodiningrat Bupati Ngrowo Ke IV, RMT Adipati Joyoningrat  Bupati Ngrowo ke V, ada di makam keluarga sentono dalem perdikan majan bersebelahan dengan makam eyang kanjeng pangeran haryo kusumoyudo patih Jogjakarta ke III dan Makan Raden Ayu Alap Alap
Kami Menyampaikan didalam hukum kekeluargaan ( data tidak perlu diragukan ) yakni selain Makam RMT Pringgodiningrat Bupati Ngrowo Ke IV, RMT Adipati Joyoningrat  Bupati Ngrowo ke V, dan RMT Pringgokusumo Bupati Ngrowo ke X Berada di Pemakaman Keluarga sentono dalem perdikan Majan Desa Majan Kedungwaru Tulungagung almarhum Raden Mas (RM) Indronoto salah seorang ahli waris yang menempati dalem kanjengan ( yang merupakan pemegang dan pemelihara terkhir pusaka Kyai Upas dimakamkan juga di Pemakaman Keluarga sentono dalem perdikan Majan Desa Majan Kedungwaru Tulungagung);

Kenapa Kami Minta Pemkab Memboyong Pusaka Kyai  Upas Dan Membuatkan Rumah Khusus Untuk Pusaka Kyai Upas Dari Kantor Perpustakaan Ke Bumi Perdikan Majan Karena Biar Ditempatkan Dengan 1 Arena Dengan Makam RMT Pringgodiningrat Bupati Ngrowo Ke IV, RMT Adipati Joyoningrat  Bupati Ngrowo ke V, dan RMT Pringgokusumo Bupati Ngrowo ke X Kedepan Agar Masyarakat Paham Betul Sejarah Dan Bisa Napak Tilas. (ab)

SUMBER : YASENDAM
PUBLISHED : YASENDAM
EDITOR : ELBAWAZIER

Minggu, 09 Juni 2019

Bersatunya Trah Kyai Raden Abd. Said , Pejabat Kyai Perdikan Majan Ke - IX Sebagai Pemerkuat Bangkitnya Perjuangan Kyai Ageng Raden Khasan Mimbar - Pejabat Kyai Perdikan Majan Pertama


YASENDAM | Keluarga Besar Trah Kyai Raden Abdul Sa’id Dari berbagai Kota di Pulau Jawa, untuk pertama kalinya menggelar Reuni setelah saling terpisah cukup lama. Reuni Perdana  dihadiri sekitar 100 orang ini, Dilaksanakan di Rumah Ibu Raden Roro  Istikomatun, S.Ag  Binti Kyai Raden Abdul Sa’id Yang Merupakan Putri Ke 11 Dari Raden Ayu Mas Alatun Dan Kyai Raden Abdul Sa’id.


Pertemuan sekaligus halalbihalal keluarga trah Trah Kyai Raden Abdul Sa’id tersebut, sangat unik karena dihadiri para anak, cucu, cicit, setelah terpisah selama Puluhan  tahun, dan berhasil dipertemukan lagi. Mereka antara lain berasal dari Lumajang, Jombang, Malang, Tulungagung, Surabaya, dan Ada yang Dari Lampung.

Ketua Umum Yayasan Sentono Dalem Perdikan Majan, Raden Moh Ali Sodik Bin Raden Kyai H Raden Moh Yasin, menyatakan Pertemuan itu sebagai kebahagian luar biasa dalam sejarah kekeluargaan Kami.

Sebab dalam Trah Kyai Raden Abdul Sa’id terdapat pengurus Yayasan Antara lain Raden Agus Choirudin M.Pd.I dan Raden Bagus Ginanjar Habibi Keduanya adalah Cucu Dari Eyang Kyai Raden Abdul Sa’id, yang lain juga banyak Dari Trah Kyai Raden Isa Arisman seperti Raden Maulana Rosid Bin Raden H Mahmudi dan lainya.

Hari Ini Pengurus Yayasan Sentono Dalem Perdikan Majan Mempunyai Program Salah Satunya Akan Melakukan Pendataan Bukan Hanya Dari Keluarga Trah Kyai Raden Abdul Sa’id Terapi Trah Kyai Ageng Raden Khasan Mimbar Bin Kyai Ageng Raden Derpoyodo.



"Dari seluruh keturunan keluarga kami yang ada di sejumlah kota dan provinsi tetap berharap harus saling silahturahmi, dan alhamdulillah hari ini, kembali dipertemukan dalam suasana damai. Dari manapun Keluarga Sentono Dalem Perdikan Majan, yang pasti kita harus tetap menjunjung kebersamaan dan cinta NKRI," ujar Raden Ali.

Raden Ali  Pun Menuturkan Kiprah Eyang Kyai Ageng Raden Khasan Mimbar   Memiliki sejarah yang panjang. di era tahun 1727 yang Dalam Menata Pemerintahan dan Berdinya Kabupaten Tulungagung
Kyai Raden Abdul Sa’id Dan Raden Ayu Mas Alatun Merupakan Keturunan Eyang Kyai Ageng Raden Kasan Mimbar.

Kyai Raden Said Merupakan Putra Dari Raden Roro Zaitun, Raden Roro Zaitun Putri Dari Raden Joyo Wiyoto, Raden Joyo Wiyoto Merupakan Putra dari Kyai Raden H Tafsir Anom, Sedangkan Kyai Raden H tafsir Anom Merupakan putra Kyai Ageng Raden Khasan Mimbar. Jadi Mbah Kyai Raden Said Merupakan Keturunan Yang Ke 4 Dari Eyang Kyai Ageng Raden Khasan Mimbar
Sedangkan Raden Ayu Mas Alatun  Merupakan Putri Dari Kyai H Raden Syarif, Kyai H Raden Syarif Putra Dari Raden Arisman, Raden Arisman Merupakan Putra Dari Kyai H Raden Tafsir Anom, Kyai H Raden Tafsir Anom Putra Dari Eyang Kyai Ageng Raden Khasan Mimbar Jadi Raden Ayu mas alatun keturunan Yang Ke 4 Dari Kyai Ageng Raden Khasan Mimbar
Dalam Perjalanan Pernikahan Antara Kyai Raden Sa’id dan Raden Mas Alatun Mempunyai 12 Putra Yaitu

1. Raden Roro Far’atun - putra ke I
2. Raden Roro Samrotun - putra ke II
3. Raden Roro Asliatun - putra ke III
4. Raden Fangilun - putra ke IV
5. Kyai Raden Moh Yasin - putra ke V
6. Raden Nursalim - putra ke VI
7. Raden Roro Nikmatun - putra ke VII
8. Raden Roro Rohmatun - putra ke VIII
9. Raden rorosyafaatun - putra ke IX
10. Raden roro Mudawamatun - putra ke  X
11. Raden roro Istikomatun - putra ke  XI
12. Raden Ansorudin - putra ke  XII

Kyai Raden Said Sendiri Sebagai Pejabat Kyai Perdikan Majan  Yang Ke IX, Setelah Kyai Raden H Syarif.Sebelum Perdikan Majan Dihapus Menjadi Desa Majan Pada Tahun 1979 Oleh Gubernur Jawa Timur. Perdikan Majan Dipimpin Seorang Pejabat Kyai Sebagai Pimpinan Tertinggi dan Pemegang Kekuasan Wilayah Perdikan Majan,

Dari Pejabat Kyai Perdikan Majan Sebelum Dihapus Menjadi Desa Biasa Antara Lain  :
1. Kyai Ageng Raden Khasan Mimbar - Pejabat Kyai Ke I
2. Kyai Raden Tafsir Anom - Pejabat Kyai  ke II
3. Kyai Raren Joyo Wiyoto - Pejabat Kyai ke III
4. Kyai Raden Abu Tafsir - Pejabat Kyai ke  IV
5. Kyai Raden As’ngari / Kyai Gemblong - Pejabat Kyai ke V
6. Kyai Raden Imam Tafsir - Pejabat Kyai ke VI
7. Kyai Raden Ghoib - Pejabat Kyai ke VII
8. Kyai Raden haji Syarif - Pejabat Kyai ke VIII
9. Kyai Raden Abdul Sa’id - Pejabat Kyai ke IX
10. Kyai Raden Isa Arisman - Pejabat Kyai ke X

Setelah Dihapusnya Perdikan Majan Seluas 95 Hektare  Menjadi Desa Biasa Ditunjuklah Perjabat Kepala Desa Yang Pertama Yang Juga Perwakilan Keluarga Sentono Untuk Mendata Dan Melaksanakan Semua Proses Peralihan Perdikan Majan Menjadi Desa Majan Yaitu Raden Haji Mahmudi Menantu Kyai Raden Isa Arisman Tahun 1979 Sampai 1989 Selanjutnya Dilanjutkan Oleh Pejabat Kepala Desa Dan Juga Sebagai Wakil Sentono Majan Yaitu Kyai Raden Haji Moh Yasin Bin Kyai Raden Abdul Sa’id Tahun 1989-2006.

Berkumpulnya Trah Kyai Raden Abdul Said Akan Selain Memperkuat Ukhuwah Akan Menjadi Semangat Perjuangan Keluarga Besar Eyang Kyai Ageng Raden Khasan Mimbar Bin Kyai Ageng Derpoyudho Dalam Menyongsong Kejayaan Keluarga Besar Sentono Dalem Perdikan majan.
Ujar Ketua Yasendam Raden Ali. (ab)

SUMBER : Raden Ali
PUBLISHED : Yasendam
EDITOR : Elbawazier

Selasa, 16 April 2019

Raden Ali Bersama Sultan Palembang Lantik Baranusa Provnsi Sumsel Dan LKP2D Keraton Kesultanan Palembang Darussalam



YASENDAM - Palembang , 15 April 2019, Pelantikan Barisan Adat Rasja Sultan Nusantara (BARANUSA) Provinsi Sumatera Selatan di Kasultanan Palembang Darusalam berlangsung semarak dan sukses mulai 19.00 hingga malam (15/04).

Pelantikan Barisan Adat Rasja Sultan Nusantara (BARANUSA) Provinsi Sumatera Selatan langsung dipimpin oleh Panglima Besar Barisan Adat Rasja Sultan Nusantara (BARANUSA) Sri Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin didampingi Sekretaris Jenderal Barisan Adat Raja Sultan Nusantara (BARANUSA) Raden Ali Sodik,

Dalam pelantikan baranusa tersebut sekretaris jenderal barnusa membacakan surat keputusan Barisan Adat Raja Sultan Nusantara (BARANUSA)  Provinsi Sumatera Selatan dalam sambutan sekjen barusa menyatakan pihaknya terharu merasa bangga karena baru kali ini pelantikan baranusa dihadiri kurang lebih 1000 anggota di seluruh kabupaten dan kota yang ada di Sumatera Selatan. Saya lihat diluar sudah berbaris Pasukan Baranusa berbaju hitam hitam dan dihadiri  seluruh unsur Pengurus Provinsi.



“Ada tiga agenda penting yang tercatat dalam sejarah pelantikan Barisan Adat Raja Sultan Nusantara (BARANUSA) Provinsi Sumatera selatan  tahun ini, yaitu pelantikan langsung dilaksnaakan di secretariat pusat Barisan Adat Raja Sultan Nusantara (BARANUSA), dihadiri kuarang lebih  1.000-an orang pengurus dan anggota Barisan Adat Raja Sultan Nusantara (BARANUSA) Provinsi Sumatera Selatan, momen momen yang luar biasa ini juga langsung disaksikan oleh pengurus Barisan Adat Raja Sultan Nusantara (BARANUSA) Se Provinsi Sumatera Selatan.
Bersama dengan Keluarga Sentono Palembang Yang Hadir Dalam Pelantikan Tersebut Panglima Besar Barisan Adat Raja Sultan Nusantara (BARANUSA) Sri Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin Langsung Membacakan Naskah Sumpah, Penyerahan Pataka Baranusa, Pin Baranusa Dan  Penyerahan Tongkat Komando Kepada Panglima Kumbang Selaku Panglima Daerah Baranusa Provinsi Sumatera Selatan Yang Dilantik.



Dalam isi naskah pelantikan tersebuta ada 5 point yang sangat penting yaitu pertama menyatakan diri sebagai Pengurus Daerah Barisan Adat Raja Sultan Nusantara ( BARANUSA) Provinsi Sumatera Selatan. Kedua,  Sebagai  Pengurus Daerah Barisan Adat Raja Sultan Nusantara ( BARANUSA) Provinsi Sumatera Selatan Kami Selalu Berpegang Teguh Menjadi Ksatria, yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta membela kejujuran, kebenaran dan keadilan. Ketiga  Sebagai Pengurus Daerah Barisan Adat Raja Sultan Nusantara ( BARANUSA). Provinsi Sumatera Selatan senantiasa berpegang teguh dan Setia pada Nilai Nilai  Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Undang Undang Dasar 1945. Keempat, sebagai Pengurus Daerah Barisan Adat Raja Sultan Nusantara ( BARANUSA),  Provinsi Sumatera Selatan Mendukung serta membela Ideologi Negara yang bertanggung jawab dan tidak mengenal menyerah. Kelima Sebagai Pengurus Daerah Barisan Adat Raja Sultan Nusantara ( Baranusa) Provinsi Sumatera Selatan. senantiasa taat kepada Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga, Taat Kepada pimpinan organisasi; bahwa ketidak taatan kepada pimpinan organisasi, adalah penghianatan terhadap organisasi yang pasti akan di pertanggung jawabkan di hadapan Tuhan YME.


Dalam Pelantikan Panglima Besar Baranusa Menyampaiakn “Saya Merasa Senang Dapat Melaksanakan Pelantikan Barisan Adat Raja Sultan Nusantara (BARANUSA) Provinsi Sumatera Selatan Ini Setelah Melalui 3 Hal: 1. Restu Dengan  Dukungan Nyata Seluruh Tokoh Adat Di Sumatera Selatan. 2. Penguruas Barisan Adat Raja Sultan Nusantara (BARANUSA) Provinsi Sumatera Selatan Saya Pilih Benar Benar Orang Pilihan, (3). Barisan Adat Raja Sultan Nusantara (BARANUSA)Di Provinsi Sumatera Selatan Kami Ambil Dari Berbagai Elemen Yang Klayak Masuk Ke Barisan Adat Raja Sultan Nusantara (BARANUSA).

Sumber : BARANUSA PUSAT
Published : YASENDAM
Editor : YASENDAM

Minggu, 24 Februari 2019

Putra Kasepuhan Perdikan Majan Jadi Jubir Raja Se-Nusantara

PASENDAM – Rapat Umum Dewan Agung Raja Sultan Indonesia (MARS-Indonesia) Minggu (24/2/2019), di Hotel Marcopolo Jakarta, secara musyawarah sepakat memilih Sultan Banjar Sultan Khairul Saleh sebagai Sekretaris Agung MARS-Indonesia.

Rapat Umum Dewan Agung selain memilih Sekretaris Agung MARS-Indonesia juga mengisi kekosongan Anggota Dewan Agung yang meninggal dunia dan mereposisi representasi Kesunanan Surakarta Haningrat dari Penembahan Tejo Wulan kepada PB XIII Hangabehi.

Dewan Agung MARS-Indonesia terdiri dari 30 orang raja dan sultan di Indonesia yang merupakan representatif dari raja-raja wilayah kepulauan Indonesia. Sultan Banjar Khairul Saleh sendiri adalah Anggota Dewan Agung yang mewakili raja atau kerajaan di Pulau Kalimantan.

MARS adalah organisasi kemasyarakatan yang disahkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui UU No 17 Tahun 2013. MARS Indonesia merupakan wadah tunggal bagi ketua lembaga adat seperti Raja, Datuk, Pelingsir dan para pemangku adat untuk menjadi mitra kerja pemerintah dalam melestarikan budaya bangsa.

MARS-Indonesia didirikan saat dilaksanakan Musyawarah Agung di Solo 21-24 April 2017. Kemudian diresmikan di Kemendagri tanggal 21 Agustus 2017 dihadiri 259 Raja, Sultan, Datuk, Pelingsir dan Pemangku Adat 34 provinsi di Indonesia.

Disepakati bahwa bentuk dari organisasi MARS-Indonesia ini tidak memiliki ketua, tetapi untuk menjalankan roda organisasi Dewan Agung sebagai kekuasaan tertinggi menunjuk Sekretaris Agung dan perangkat sekretariatnya.

Sultan Khairul Saleh menjadi Sekretaris Agung untuk periode 2019-2024 menggantikan Hari Ichlas Majo Lelo Sati.

Rapat Umum Dewan Agung memutuskan menetapkan sekretariat sementara di Jalan Tebet Barat Dalam No 40 Jakarta Selatan.

Setelah Pilpres dan Pileg 2019, MARS-Indonesia melaksanakan Rapat Kerja Nasional yang akan menyusun program lima tahunan dan mendata kerajaan-kerajaan di 34 provinsi di Indonesia (AB)


PUBLISHED : YASENDAM
SUMBER : SUARAINDONESIA
EDITOR : YASENDAM

Minggu, 20 Januari 2019

Yasendam Goes To International , Raden Ali Dan Sultan Palembang Jalin Silaturrahmi Dengan Danpuspenerbal

Sidoarjo, 19 Januari 2019
YASENDAM  - Menjaga tali silaturrahim dan kedekatan Danpuspenerbal Juanda Raden Ali (Ketua Yasendam) Bersama Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin (Sultan Palembang Daarussalam) Silaturrahmi Dengan Puspenerbal Bersama Petinggi Kerajaan Beserta Raja-Raja Nusantara,

Kunjungan Jumat tersebut ingin menjaga tali silaturahim dengan Puspenerbal karena sudah mengenal sosok Komandan Puspenerbal Laksamana Pertama Dwika Tjahja Setwan, S.H Jumat (18/1/2019)

Komandan Puspenerbal Juanda Laksamana Pertama TNI Dwika Tjahja Setyawan, S.H , Jumat (18/1/2019) mengatakan sebetulnya ini bukan dalam rangka khusus atas kedatangan raja-raja di Lanudal hanya silaturahmi, terkait dengan kegiatan yang ada di mereka, yaitu kaitannya dengan yayasan raja-raja Sultan Nusantara. Kemudian kami karena ada salah satu kerabat dari kesultanan sehingga mengundang beliau-beliau ke tempat kami untuk melihat dan kami juga ingin menginpirasikan,ujar Danpuspenerbal.

‘’Saya juga sebagai masyarakat juga harus melestarikan budaya, karena raja-raja tersebut juga ikut melestarikan budaya kearifan lokal sejak dahulu,dan saya bangga sebelas kerajaan bisa hadir disini"
ucap Dwika.

Dengan penobatan yang saya terima yakni,Pangeran Wira Mandala,pastinya ini merupakan sesuatu yang sangat berat dari mereka, karena jujur saya juga sudah mendapat kan dari 11 raja dari kalimantan barat,artinya mereka memberikan suatu kepercayaan kepada saya,untuk melestarikan budayanya Indonesia ini.

Jadi saya pastinya merasa bangga kepada penyempatan ini tapi merupakan suatu cambuk bagi saya, bagaimana saya untuk terus lebih bertanggung jawab, tegas Dwika
Pastinya harapan saya pada masyarakat kita, tolong kita harus bangga dengan budaya kita ini. Karena apapun secara itu pernah menorehkan tentang nusantara kita ini, tutup Danpuspenerbal.
Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin, Sultan Palembang Darussalam kepada duta pada kunjungan ke Lanudal mengatakan,saya selaku ketua Dewan Agung Majelis Raja Sultan, kita sudah mengenal sosok Laksamana Pertama Dwika sangat dekat dan beliau perhatian nasib kerajaan Kesultanan keraton maupun pesisir.

Abad ketujuh itu kita sudah menge-
nal pelayaran melaui kapal kecil. Kita sudah mengenal NKRI terbentuk bahwa kami ada 
seblum NKRI ini ada (kamu ada 
istilahnya), dan kamu ada karena kami akui ada, dan tidak ada alasan bagi kamu untuk tidak mengakui tatanan nilai adat yang terbentuk.

Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin yang juga menjabat ketua umum Yayasan Raja Sultan Nusantara (Yarasutra,Dewan Agung Majelis Agung Raja Sultan Indonesia (Mars Indonesia), Ketua Dewan Pendiri Majelis Cendekiawan Keraton Nusantara (MCKN) dan Panglima Besar Barisan Adat Sultan Nusantara (Baranusa) tersebut.
Di sini saya menilai bagaimana sikap generasi muda untuk dapat membela Negara, bagaimana sikap generasi muda semangat kesetia kawanan, kegotong royongan semangat bela negaranya yang sangat diperlukan. Sebab saya lihat sangat genting daripada nilai–nilai kemanusian karena pengaruh media-media cetak,online dan dunia global (internet), terang Sultan Iskandar Mahmud Jumat (18/1/2019),

Karena kami berharap tidak ingin seperti Negara Suriah,Negara Yaman dan kecurangan sering terjadi, bahkan perang saudara. 

Hadir diantara Sebelas raja diantaranya Yang Mulia Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin, Yang Mulia Ir.H.Uray Agus Karnajaya, Yang Mulia H, Rudiyansyah, Yang Mulia Misni Safari,Yang Mulia Ir.Bambang Sigit, Yang Mulia Pangeran Nata Adiguna Mas’ud Thoyib, dan Yang Mulia Raden Ali Sodik (Ketua Yasendam).

Hadir juga para perwira menengah dan komandan dilingkungan Puspenerbal beserta staf jajaran kunjungan berlanjut menyaksikan pesawat tempur milik Skuadron 800 dan Skuadron 200.

SUMBER : DUTA & YASENDAM
PEWARTA : YASENDAM
PUBLISHED : YASENDAM MEDIA

Sabtu, 19 Mei 2018

DIALOG NASIONAL DAN RAPAT KERJA MAJELIS CENDEKIAWAN KRATON NUSANTARA


DIALOG NASIONAL DAN RAPAT KERJA MAJELIS CENDEKIAWAN KRATON NUSANTARA
MENYONGSONG 1 ABAD KEJAYAAN INDONESIA
(MCKN JAWA TIMUR)

Tulungagung, Minggu 13 Mei 2018
Di hari minggu yang cerah ini, sebuah acara yang memiliki tujuan agung dalam menjaga kelestarian leluhur di persiapkan dengan sebaik-baiknya. Majelis Cendekiawan Keraton Nusantara (MCKN) Jawa Timur mengadakan dialog nasional dan rapat kerja di Tulungagung.
TAMU UNDANGAN MCKN JATIM
                                     



Pukul 08.50 persiapan acara telah dilakukan dengan sangat baik, grup gamelan mencoba semua alat dan perlengkapan agar acara dapat berjalan dengan baik dan sempurna. Persiapan kameramen dan segala kebutuhan untuk menuju puncak acara dipersipkan oleh panitia acara yang dibantu oleh pihak-pihak yang bersangkutan. Persiapan terus di laksanakan dengan sebaik-baiknya, mengantisipasi segala kemungkinan kesalahan yang akan terjadi.
 Ketua Presidium MCKN Jawa Timur, YM Raden Muhammad Ali Sodik. M. Pd. I telah hadir dengan mengenakan baju batik dengan dominasi warna merah yang menandakan sebuah arti penuh semangat yang mengelora, bak seorang bangsawan dari sebuah kerajaan.Tiga penari yang mengiringi lagu tembang jawa melakukan persiapan dengan baik, lemah gemulai apik nan lihai menggoyangkan tubuh dan memainkan selendang kuningnya, gladi bersih adalah singkat ceritanya.







Setelah semua persiapan selesai, tepat pada pukul 10.50 WIB tamu-tamu agung disambut hangat oleh panitia pelaksana, Ketua Umum MCKN Pusat YM Prof. Asdar beserta rombongan mulai memasuki ruangan dengan iring-iringan 3 putri cantik yang membawa mangkuk emas kecil berisikan air dan bunga. Sambil menari penuh hikmat dengan ulasan senyum mengarak tamu agung menuju tempat singgahan yang telah dipersiapkan. Sambil menunggu beberapa tamu yang belum hadir, lagu tembang jawa terus di nyanyikan oleh grup gamelan yang telah siap sejak pagi. Sinden-sinden melantunkan tembang jawa bermacam-macam judul dengan sangat merdu dan indah. 
Acara yang di hadiri oleh Ketua Umum MCKN Pusat, Prof. Dr. Asdar, beberapa petinggi, peninjau, dan pembina MCKN Jawa Timur. Pembawa acara R. Maulana Rosid, S. Ag memulai acara tepat pada pukul 11.00 WIB. Pembukaan acara dilakukan secara hikmat dengan harapan pertemuan pagi hari ini membawa manfaat yang barokah, pembacaan ayat suci Al-Quran dibawakan oleh salah satu pengurus MCKN Tulungagung yaitu Agus Khoirudin, M. Pd. I yang membawakan ayat-ayat suci Al-Quran dengan sangat baik. 
Setelah melantunkan lagu Indonesia Raya yang di dirigeni oleh Ananda Ar Qurnis Suling Hangya (Mahasiswi STAI Diponegoro) dengan khusyuk oleh seluruh peserta acara, selanjutnya adalah tarian selamat datang “Gambyong Mari Kangen” yang di bawakan oleh tiga penari yang cantik jelita, lemah gemulai menggerakkan selendang kuningnya, berputar dan dan menggoyangkan tubuhnya dengan elok, bersama senyuman manis mereka yang tak lepas dari bibir mereka, tarian yang indah dengan di iringi lagu tembang jawa yang merdu dari grup gamelan, bak putri raja yang sedang membawakan tarian surgawi.
Acara selanjutnya adalah sambutan-sambutan, dimana sambutan pertama di isi oleh Eksekutif Presedium MCKN Jawa Timur, YM Raden Muhammad Ali Sodik. M. Pd. I, dengan mengenalkan para tamu undangan yang agung nan luar biasa dapat hadir dalam acara pagi hari ini, semoga dialog nasional dan rapat kerja yang pertama ini dapat bermanfaat dan berkelanjutan membawa berkah untuk kedepannya. Semoga MCKN Jawa Timur akan bersama dengan pemerintah untuk menegakkan dan memperkuat NKRI. Dan menjadi lembaga yang loyal dan kritis terhadap pemerintah. Tidak hanya loyal saja tapi juga kritis jika ada kesalahan yang perlu di koreksi, dan begitu juga sebaliknya. Selain baju batik yang dikenakan oleh beliau YM Ali Sodik juga mengemukan bahwa MCKN Jawa Timur juga mempunyai empat logo, pertama logo MCKN, kedua  logo Yarasutra, ketiga logo Baranusa, dan yang terakhir logo Kasepuhan Majan.
Sambutan yang kedua di isi oleh Ketua Umum MCKN Pusat, yaitu YM Prof. Dr. Asdar. Beliau menyampaikan bahwa Eksekutif Presidium MCKN Jawa Timur telah berhasil membuktikan konsistennya dalam melaksanakan tugas dengan mengadakan acara ini sebelum bulan suci Ramadhan, dan tak banyak orang yang sinkron perkataan dan perbuatannya seperti ini. Beliau mengemukakan bahwa lembaga ini masih baru bagaikan bayi yang berjalan merangkak, tetapi hal ini tak perlu menjadi hambatan kita untuk bergerak dalam melakukan suatu pergerakan yang lebih baik untuk Nusantara. Hal ini bukan tak beralasan. Sejarah membuktikan, tak perlu banyak orang untuk mengguncangkan dunia, Ir. Soekarno hanya butuh 9 orang untuk membangun Indonesia dengan di ketuai oleh beliau sendiri. Nabi Muhammad SAW butuh 4 orang sahabat untuk mengguncangkan dunia. Dan itu terakui oleh dunia. Dikemukakan juga jika beliau sangat antusias terhadap MCKN Jawa Timur yang telah memberikan grup gamelan yang bagus, hal ini adalah suatu bentuk nyata dari MCKN itu sendiri, bukan hanya itu beliau juga membahas tentang batik merah yang di kenakan oleh YM Raden Muhammad Ali Sodik. M. Pd. I, bahwa kita tidak boleh terlalu berani, maka dari itu saya memakai baju yang berlawanan agar keberanian juga di imbangi oleh sedikit ketakutan atau antisipasi. Hal itu juga telah di terangkan secara jelas oleh agama islam agar setiap manusia tidak selalu berat sebelah, tidak berat ke dunia ataupun lebih berat akhiratnya.
Setelah kedua sambutan selesai, kemudian adalah pembacaan do’a oleh ketua panitia pelaksana acara sekaligus Dosen IAIN Tulungagung Dr. H. M Muntahibun Nafis, M. Pd.

Selanjutnya acara akan di isi oleh Dialog Nasional, tetapi karena YM Prof. Dr. Asdar pada pukul 1 beliau harus segera melanjutkan perjalanan menuju Makasar, hal ini dikarenakan ada agenda yang menunggu beliau, maka dari itu acara di percepat untuk penyerahan kenang-kenangan berupa batik gajah mada kepada seluruh tamu kehormatan, dan di ikuti oleh kegiatan foto bersama. Selanjutnya sebelum melepas kepulangan Prof. Dr. Asdar beserta rombongan, tamu kehormatan di persilahkan untuk menikmati hidangan makan siang yang telah di siapkan oleh panitia, dengan di iringi oleh beberapa tembang jawa seperti tembang yang berjudul “Randu” dimana makna Randu itu sendiri di hadirkan untuk mengingat kekuasaan Gusti Allah, dimana wit-witan Randu itu membuahkan kapas, kapas yang bila diolah dapat menjadi sebuah benang yang menjadi bahan inti dari kain batik Gajah Mada. Selain beberapa tembang yang telah dilantunkan oleh para sinden, salah satu pemain dari kur gamelan juga menceritakan tentang unsur inti bumi, seperti esensi matahari, lintang atau bintang, dan rembulan. Yang dijelaskan secara rinci dan dimaknai dengan sangat mendalam.
Setelah rangkaian acara berjalan dengan lancar, selanjutnya pembawa acara mengakhiri tugasnya, dan di berikan kepada moderator dalam acara Dialog Nasional dengan di pimpin oleh Dr. H. M Muntahibun Nafis, M. Pd yang sekaligus ketua pelaksana acara dan Sekretaris Presidium MCKN Jawa Timur sebagai moderator. Dalam dialog Nasional ini ada empat nara sumber yang agung, yang pertama adalah YM PNA Mas’ud Thoyib yang menjabat sebagai SekJen MCKN Pusat, pemateri kedua YM Prof. Juajir yag menjabat sebagai Ketua MCKN Pusat, ketiga adalah YM Prof. Jazim, dan terakhir oleh YM laksamana  Hadi.
Untuk materi yang pertama di sampaikan oleh YM PNA Mas’ud Thoyib dengan menerangkan tentang sejarah mulai dari abad 1 hingga Abad 21 yang mana hal itu berujung pada kebaikan MCKN itu sendiri. Beliau juga mengemukakan tentang eksistensi dari MCKN sebagai suatu lembaga yang berbadan hukum. Dan berbagai harapan untuk MCKN juga di katakan oleh beliau.
Selanjutnya materi disampaikan oleh YM Prof. Juajir  dengan menyampaikan sedikit materi karena beliau ingin memberikan waktu untuk YM Bunda Tussy agar dapat menyampaikan apa yang beliau dapat dari bumi pertapaan. Saya menyadari bahwa di setiap Keraton Nusantara mempunyai kekayaan, salah satu kekayaan yang berupa dedikasi geografi suatu potensi- potensi tumbuhan yang sangat berkhasiat bagi hidup dan kehidupan manusia. Itulah yang menjadi obsesi kami. Keraton Nusantara akan hadir nuansa baru namanya Taman Pusaka Herbal Keraton Nusantara”. Selanjutnya bagaimana hakikat dan makna sepiritualnya akan disampaikan langsung oleh YM Bunda Tussy yang akan menyampaikan gagasan-gagasan spiritualnya yang beliau dapat dari bisikan-bisikan luhur dari bumi pertapaan. Pesan-pesan yang didapat oleh TM Bunda Tussy itu ditangkap oleh YM Prof. Juajir dan memunculkan ide untuk membangun lokal atau bangunan peradaban seperti, “Kota Legenda Keraton Nusantara”.
Setelah itu YM Bunda Tussy memaparkan apa yang sudah ia terima dari bumi pertapaan beliau di Candi Sumberawon Singasari. “ Memang betul saya selama 5 tahun melepaskan duniawi saya untuk menerima dawuh- dawuh penting untuk persiapan zaman baru, dimana  Pangeran Mas’ud sudah mengatakan: “kita menuju abad ke – 21” Apa yang kami terima itu untuk menyongsong peradaban baru untuk seribu tahun yang akan datang, dan untuk itulah kita harus memulai dari abad ke- 21 yaitu menuju ke zaman milenium” kata beliau. Nusantara itu sanagt luar biasa, Nusantara tercinta ini akan menjadi titik mercusuar dunia. Kita harus yakin dan percaya bahwa Nusantara ini mempunyai potensi itu. “Untuk itu saya bersama Prof. Juajir, apa yang saya terima semua ditata oleh beliau secara nyata” beliau menjelaskan. “Secara spiritual saya mendapatkan dawuh- dawuh untuk dimasa yang akan datang. Salah satu sebuah titik peradaban baru sebuah kota baru yang akan muncul di negeri Nusantara ini tidak akan hidup tanpa ada pondasi dari pada negara tersebut. Untuk itu, dari pada roh negara ini harus hadir agar negara ini betul- betul menjadi negara yang bersinar, negara yang hidup dan bercahaya”. Papar beliau. Hal ini adalah tanggung jawab kita semua sebagai manusia, sama seperti apa yang di katakan oleh Bapak Moderator tadi bahwa negara ini membutuhkan obat. Seorang pemimpin haruslah dapat mengobatinya, salah satu yang kami gagas dan rancang bersama-sama dengan YM Prof. Juajir adalah kami akan menghadirkan Taman Pusaka Herbal Keraton Nusantara”. Mengapa hal itu harus hadir? Karena dalam sebuah negara tidak akan hidup dengan baik tanpa manusia yang sehat. Tanpa generasi yang bagus dan baik secara badan atau pikiran maupun jiwa dan spiritual maka dalam mencapai Nusantara mercusuar dunia sangatlah sulit. “Kami beserta tim, saudara-saudara saya sudah mengadakan penelitian lebih dari 5000 tanaman obat yang berkasiat dan ini tidak dimiliki oleh dunia, hanya ada dan tumbuh di negeri Nusantara, saya datang ke Honkong, China semua herbal nusantara, disana dipajang bak berlian tetapi disini tumbuh sepanjang masa. Ini adalah harta karun yang tidak terhingga”. Hal inilah yang menjadi roh dalam “Kota Legenda Keraton Nusantara” yang sala satunya adalah “Taman Pusaka Herbal Keraton Nusantara”. Didalam taman ini kami memang menginginkan ada pendidikan tentang bagaimana ilmu-ilmu nabati, ilmu-ilmu tentang obat. yang dimana tim telah menemukan dan mengambil sari-sari tumbuhan itu yang dijadikan ekstraprepik yang kualitasnya sudah sama seperti obat, jadi kita semua dapat membuat rumah sakit holostik. Rumah sakit herbal tanpa obat-obatan kimia yang sesungguhnya ini dapat merusang sel-sel dalam tubuh kita, terangnya. 
Pesan dari Bu Tussi “ MCKN sangat penting hadir untuk membuka titik peradaban, terutama mari kita rangkul bersama-sama setelah ini, rumusan untuk Rapat kerja, Agenda libatkan Universitas, karna di sana penggodokan pemikiran masa depan bila perlu disosialisasikan di semua Universitas, agar lahir pusat studi yang lain, tidak hanya studi peradaban , tapi juga hukum, ekonomi, budaya dan lain sebagainya. Inilah yang harus kita gagas maju untuk memajukan perguruan tinggi.”
Selanjutnya materi disampaikan oleh YM Prof. Jazim , “MCKN terbanbangun oleh 3 pilar yang tidak terpisahkan:1. Kraton/kesultanan; 2. Perguruan tinggi; 3. Masjid/ kelompok gereja dsb.
Yang disampaikan beliau ini adalah salah satu perwakilan dari perguruan tinggi, tepatnya pusat studi peradaban, dalam pusat studi peradaban pasti tugasnya melakukan riset-riset yang terkait dengan pesan YM Pangeran Mas’ud, bahwasanya keluhuran dan kejayaan yang telah membangun sistem tata kehidupan, sistem peradaban, ekonomi, teknologi yang luar biasa. Disini saya akan menyampaikan poko-pokok pikiran, bagaimana konsep pemikiran yang telah ditorehkan oleh raja dan sultan kabumi yaitu konsep kepemimpinan multikultural yang direflesikan dari kitab wahyu mahmutaroh. Beliau juga memaparkan melakukan terhadap lima konstitutusi kerajaan dan kesultanan dianataranya : 1) Majapahit; 2) Ternate; 3) Bali; 4) Sumatra Barat; dan 5) Mataram. Yang tak disangka-sangka ternyata ada satu prinsip dari konstitusi-kobstitusi nusantara itu, yaitu prinsip kejujuran yang diletakkan sebagai dasar pondasi untuk bangsa dan negara. Pertama, dalam konstitusi kita, UUD 1945 prinsip kejujuran kemudian salah satu nilai dari nusantara yang ditampilkan dalam UUD 1945; Kedua, prinsip-prinsip konstitusi yang dibuat oleh leluhur kita ini bisa menjadi alternatif konstitusi modern; Ketiga, hasil riset kami dibarui dalam tahun lalu yang memiliki konsep yang sangat bagus yaitu Demoklasi berbasis Wifin, di presentasikan di Jepang, hasil penelitian menunjukkan disaat musim-musim dinegara kita terkesan kuno tidak terawat bahkan pusaka-pusaka para artefak-artefak banyak yang hilang, hanya anak-anak SD yang datang, sedang di negara maju musium adalah destinasi wisata yang luar biasa, yang kami gagas yaitu, musium ingklusif dari Tengger, tari sador, kalo Badui Angklung nuhun, angklung yang sangat legendaris dan musium ini di bangun yang atapnya berlandaskan Langit Tuhan Yang Maha Esa. Keempat, konsep kepemimpinan Mulikultural, sebuah pemikiran yang berada di alam semesta ini dari bumi, bulan, matahari , dsb, dan dari prinsip-prinsip para dewa, ternyata prinsip dari kepemimpinan ini telah dikembangkan negara-negara di Eropa dan lain sebagainya, dan ternyata nusantara telah mempunyai konsep kepemimpinan melalui kitab Wahyu Nahwu Taraf, yang sudah dibukukan.
Selanjutnya materi di sampaikan oleh YM Prof. Hadi beliau menyampaikan pertama. Berkaitan dengan MCKN JATIM, karna beliau dari bagian dalamnya hanya bisa mengingatkan dipundaknya para cendekiawan tidak mudah, karna cendikian tingkat terakhir dari seseorang mulai dari awal cakap, cekatan, cerdik, cerdas, cendikiawan. Jadi Cendikiawan yang tergabung dalam MCKN wilayah maupun pusat harus punya kecerdasan, harus punya kecerdikan, kecekatan, dan kecakapan. Dimana dialog dalam majlis cendikiawan tidak mudah penuh dengan kearifan agar menghasilkan sebuah hasil diskusi yang betul-betul diharapkan dari semua pembicara tadi. Kedua, informasi yang disebut Milenium, saya akan menyampaikan sebelum memasuki tahun 2000 dunia sudah digemparkan dengan miliniun devolepment gold, dicetuskan kembali salah satunya melahirkan global meny time our werness dan turunanya global many time stategi, global many time infvestasion, global many time manajemen, global many time secruriti , global many time education, global many time IT and ecomes, berkaitan dengan herbal bisa masuk pada global many time invesment untuk dibawa ke seluruh dunia, glonal many time manajemen negara-negara seperti cina, australia menggunakan tersebut . Ketiga, paradikma baru, memasuki milenium ke tiga, jadi dari tahun 2000 hingga tahun 3000 itu milenium ketiga, dan abad ke-21 merupakan awal, dan saat ini indonesia pada tahun 2018. Keempat, para pendahulu menyampaikan berkaitan dengan nilai-nilai kekunoan, mari cendekiawan menggabungkan seleksi mana nilai kekunoandiseleksi dan  diteruskan dandi gabungkan dengan nilai kekinian. Keliama, pergeseran paradigma milenium ke tiga ini terjadi perubahan, doktrin-doktrin atau stetetmen dulunya the man be high the gun, dulu ada the man in the right please, sekarang tidak penting the main be high the proces. Dalam sunsu, siapa yang cepat dia akan mengalahkan yang kuat dan cermat.
Dikarenakan waktu menunjukkan pukul 13.42 WIB dan semua nara sumber telah memaparkan semua materinya secara singkat maka moderator membuka dua pertanyaan kepada audiens, pertanyaan yang pertama di sampaikan oleh Arjuna Nusantara dari Ponorogo, ada dua poin pertanyaan yang disampaikan oleh beliau, poin yang pertama adalah dari pihaknya mendapat amanah dari Raden Wijaya bahwa beliau berharap Panca Walika dapat di masukkan dalam anggaran atau draf dari pada rencana ini sebagai dasar suatu rencana perumusan tadi: ada pancasila, merah putih, bhenika tunggal ika, dan panca walika. Hal ini diharapkan dapat menjalin hubungan kita dengan persaudaraan turum temurun dengan kebhinekaan itu. Poin keduanya adalah, berbicara MCKN, ia adalah sebuah lembaga diluar pemerintah, apakah mungkin kita dapat memasukkan agenda kita yang membawa peradaban dunia itu kedalam UUD, UU, Perpu atau yang lainnya, baik kata-kata atau huruf-huruf agenda kita ke dalamnya. Mungkin saja bisa tanpa menggunakan jalur politik yaitu satu celah kecil yang mustahil dengan menggunakan DPR, tetapi apakah kita akan mengambilnya atau tidak?
Pertanyaan yang ke dua di sampaikan oleh YM Bunda Ully, menyampaikan tentang perjuangannya mempertahankan kebudayaan di Jawa Barat. Beberapa waktu yang lalu kami mengadakan sebuah acara kebudayaan yaitu kirab batik Jawa Barat, dan semua ini penuh dengan perjuangan, tentang pembiyayaan misalnya  dalam mengadakan kirab yang biayanya adalah patungan dari dana mereka sendiri dan para relawan. Masalah lain juga terjadi seperti  penjagaan makam leluhur yang kurang terjaga secara baik, di sana ada makam leluhur yang di atasnya di bangun sebuah waduk, dengan kata lain kebudayaan leluhur ini ditenggelamkan, YM Bunda Ully Sigar berharap bahwa hal ini tidak akan terjadi di tempat-tempat bersejarah lainnya, mengingat bahwa akan ada ratusan waduk lagi yang akan dibangun oleh pemerintah di bumi Nusantara ini. Dalam hal ini YM Bunda Ully berharap MCKN harus mempunyai kekuatan dalam melaksanakan pesan agung dari leluhur, dan tidak tergantung pada PEMDA melihat tidak semua PEMDA mendukung. Diterangkan juga bahwa dalam satu minggu MCKN Jawa Barat telah berhasil mengukuhkan 12 kabupaten, dan yang lain masih menunggu untuk di kukuhkan. Untuk MCKN Jawa Timur untungnya di dukung dengan orang-orag yang mampu dan didukung dengan latar belakang yang juga mendukung. Semoga MCKN ini benar-benar menjadi suatu lembaga yang dapat membawa peradaban dunia, dengan menjadikan Nusantara sebagai mercusuar dunia.
Pertanyaan dari YM Arjuna di jawab secara singkat oleh Pangeran Mas’ud bahwa di dalam MCKN ada panji dimana Pancawalika akan di pertimbangkan untuk masuk dalam draf MCKN.
Selanjutnya pertanyaan dari bunda Ully di jawab oleh Prof. Juajir secara gamblang bahwa hal ini dapat menjadi titik tolak untuk MCKN yang lebih maju, dan kita harus lebih semangat dalam mengemban dakwah-dakwah leluhur. Kami mengharapkan bahwa MCKN ini tidak hanya suatu lembaga yang tidak hanya melahirkan pemikiran-pemikiran semata tetapi juga dapat menggagas suatu kegiatan yang produktif, salah satu contohnya adalah batik yang digagas oleh MCKN Jawa Timur, maka merek ini bisa di daftarkan menjadi satu merek Batik MCKN misalnya, ini akan menjadi sumber ekonomi dan pada akhirnya MCKN bukan hanya membahas tentang wacana-wacana yang berada dalam lingkupnya tetapi juga mampu menghadirkan nuansa kemandirian. Dimana hal itu dibangun dari pemikiran yang produktif. Yang mana produktifitas ini juga dilakukan oleh Bunda Ully dengan memproduksi Dupa Tapak Wangi Siliwangi, ini bisa jadi sebuah ide produktif yang dapat menopang acara-acara MCKN.
Lalu beliau melanjutkan menjawab pertanyaan dari YM Arjuna Nusantara Beliau menegaskan kembali bahwa hakikat dari MCKN ini adalah ada keinginan dari raja sultan Nusantara agar gagasan-gagasan itu tidak hanya sebagai wacana dijalankan oleh Yang Mulia Raja Sultan tetapi juga merambat atau dapat diteruskan oleh para cendekiawan-cendekiawan Nusantara yang mem punyai kepedulian terhadap keraton Nusantara. hal ini dikarenakan keraton menjadi sebuah pondasi utama berdirinya NKRI yang tidak dapat di nafikan. Sebelum berdirinya NKRI ini Bung Karno berkeliling menemui raja sultan Nusantara untuk mengakui atau secara suka rela memberikan kerajaannya di atas namakan Indonesia demi kedamaian, persatuan kebhinekaan yang hal itu menjadi nafas bagi MCKN ini. Sebelum menjadi MCKN sebenarnya lembaga ini adalah ICKN (Ikatan Cendekiawan Keraton Nusantara) yang bermetamorfosis sebagai MCKN (Majelis Cendekiawan Keraton Nusantara). Mengenai politik bahwa MCKN telah menjadi lembaga hukum hal ini menyebabkan MCKN adalah lembaga yang eksistensinya di akui negara dan dapat mengeluarkan sebuah pendapat atau maklumat dalam menanggapi isu-isu yang ada. Dalam mengenai praktik politik setiap anggota MCKN dan secara sendiri-sendiri mempunyai hak atau otoritas penuh untuk masuk kedimensi atau ruang politik, tidak ada larangan atau hambatan karena itu adalah termasuk pada kedaulatan pribadi, tetapi MCKN ini untuk sementara waktu yang kita pegang adalah badan hukum sebagai subyek hukum mandiri sehingga ia punya hak untuk memiliki kekayaan secara mandiri. MCKN Jawa Barat bisa memiliki tanah bersertifikat MCKN atau mobil yang ber BPKB atas MCKN dan lain sebagainya. Jadi MCKN ini adalah subyek hukum yang mandiri seperti manusia, jangan sampai dalam MCKN ini ada kepentingan-kepentingan pribadi tetapi benar-benar berdasarkan kepentingan secara umum seperti yang telah disepakati.
Dari Prof. Jazim menjawab pertanyaan dari YM Arjuna, bahwa kita tidak boleh lepas dari hakikat MCKN yang mempunyai 3 pilar yaitu; keraton, kampus, dan bangunan agama (masjid, gereja dan lainnya), politik secara praktis atau formal silahkan tetapi sebagai lembaga tidak. Jangan sampai seperti (maaf) partai NASDEM yang dulunya suatu lembaga seperti ini dan endingnya sebagai partai politik, sehingga para pakarnya banyak yang keluar. Sebagai pusat study dari kampus kami siap untuk meneruskan dan membantu secara penuh apa yang telah di perjuangkan oleh YM Bunda Ully. Ternyata ada banyak kota-kota yang memiliki situs-situs baik yang sudah di cagar budayakan ataupun belum. Kami setahap demi setahap akan melakukan riset dari jalur pendidikan, agar hasilnya dapat dijurnalkan atau dibukukan secara nasional atau internasional yang akhirnya semua manusia dapat membacanya. Salah satu contoh bocoran dari Prof. Hadi bahwa di Tulungagung ada prasasti tertua yang bernama Galunggung tahun 1200 yang ditemukan didesa Panji Rejo. Kami tertarik sebagai Pusat Study Peradaban untuk segera menganalisisnya.

Rapat kerja MCKN Jawa Timur yang Dipimpin langsung oleh Eksekutif Presidium Ali Shodiq dengan sekretaris Bpk Kholid Thohiri. Dan berjalan dengan lancar.Setelah raker selesai, penutupan akan dipimpin oleh YM Bunda Ully Sigar dan untuk itu sebelum ramah tamah ada persembahan dari Bunda Ully menyanyikan lagu tentang semangat perjuangan yang berjudul “Balada Bhineka Tunggal Ika”. Lagu yang kedua di nyanyikan dengan judul “Misteri Cinta”, lagu ini di ciptakan oleh Bunda Ully sendiri dalam bentuk kecintaannya terhadap Nabi, tetapi oleh Produser di audit menjadi Misteri Cinta. Dan beberapa lagu yang dinyanyikan secara bersama-sama dengan meriah, lalu ditutup dengan lagu kemesraan. Tepat pada pukul 15.34 oleh pengurus MCKN pusat yaitu Bunda Ully Sigar menutup Rapat Kerja MCKN Jawa Timur.

Pawarta  : Dewi Amienah dan Alifka Marwa
Editor      :Dewi Amienah
Publisher: yasendam multimedia